Hari ini tentang kebahagiaan. Banyak orang menghubungkan kebahagiaan dengan aturan-aturan kebahagiaan. Seperti aturan kalau ingin bahagian kita harus menyelesaikan suatu tugas. Atau aturan kita bahagia jika ada keberuntungan.
Sebenarnya, yang menentukan apakah itu merupakan keberuntungan, atau kesialan itu adalah diri kita sendiri. Dalam suatu peristiwa, kitalah yang menentukan apakah itu merupakan hal baik atau bukan. Dan biasanya, ketentuan suatu peristiwa itu baik atau tidak itu adalah masyarakat. Dan biasnya juga kita mengikuti aturan itu.
Yang ingin disampaikan oleh buku ini adalah bahwa kita juga bisa membuat peraturan tentang kebahagiaan untuk diri kita sendiri. Bayangkan saja, kita sering membuat alasan untuk kita merasa sedih atau marah. Seperti kita membuat alasan/peraturan bahwa kita akan merasa sedih bila kita tidak didengar. Atau membuat alasan tidak berdasar bahwa jika hujan, maka kita akan merasa tidak baik-baik saja. Jika untuk hal yang membuat kita merasa buruk saja kita bisa membuat alasan, tentunya kita juga bisa membuat alasan sendiri untuk merasa bahagia.
Apakah mungkin, jika kita tidak didengar kita akan merasa bahagia? Tentu. Jika kita menganggapnya merupakan kejadian yang membuat kita bahagia. Apakah mungkin jika pesta ulang tahun dapat membuat kita sedih? Tentu saja bisa jika kita menganggapnya merupakan kejadian yang menyedahkan.
Perkembangan Tomat
tomat ku yang awal tidak subur, sudah mulai membaik sudah ku beri pupuk dan air yang secukupnya
___%5Bmap%5D.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar